Label

Selasa, 10 Februari 2015

Assabiqun Al-awwalun

Cara menghafal nama 10 sahabat yang dijamin masuk syurga

Teman-teman yang baik hati, rajin belajar dan suka menabung!!!

Kita tentu pernah dong mendengar atau membaca nama-nama sahabat yang dijamin masuk syurga.

Namun sudahkah kita menghafalkannya, sebagai bentuk cinta kita pada para sahabat radhiyallahu anhum?

Nah berikut ini cara mudah untuk menghafalnya :

1 Tho'  :

Tholhah bin Ubaydillah.

2 Siin  :

Sa'ad bin Abi Waqqash, Sa'id bin Zaid.

3 Alif  :

Abu Bakar, Abu Ubaidah Ibnul Jarrah, Az-Zubair bin 'Awwam.

4 'Ain  :

'Umar, 'Utsman, 'Ali, 'Abdurrahman bin 'Auf.

1, 2, 3, 4 , , , selesai dech ! mudah bukan???

abul aswad al bayaty.
assiwak.wordpress.com

Selasa, 18 November 2014

Hikmah Syukur

Kitab Al-Hikam - https://play.google.com/store/apps/details?id=org.daarulhijrah.alhikam

Hikmah ke-75

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النِّعَمَ فَقَدْتَعَرَّضَ لِزَوَالِهَا , وَمَنْ شَكَرَهَافَقَدْ قَيَّدَ هَا بِعِقَالِهَا .

Hikmah 75 Siapa yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan, maka berarti berusaha untuk hilangnya nikmat itu, dan siapa yang syukur atas nikmat berarti telah mengikat nikmat itu dengan ikatan yang kuat kukuh.

Firman Allah : Bila kamu bersyukur , pasti Kami akan menambah nikmat bagimu . Tiada terjadi suatu nikmat bagimu melainkan itu dari Allah (maka itu dari Allah).

Adapun terhadap nikmat pemberian Tuhanmu, maka kau pergunakan (ceritakan/sebarkan).

Annu’maan bin Basyir ra berkata :Bersabda Nabi saw : Siapa yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit, maka tidak akan dapat mensyukuri nikmat yang banyak, dan siapa yang tidak berterima kasih kepada sesama manusia berarti tidak bersyukur kepada Allah.

Syukur : Ialah merasa dalam hati, dan menyebut dengan lidah, dan mengerjakan dengan anggota badan.

Al Junaid berkata : Ketika saya beru berusia 7 tahun hadir dalam majlis Assariyussaqathi, tiba tiba saya ditanya : Apakah arti syukur ? Jawabku : Syukur ialah tidak menggunakan suatu nikmat yang diberi Allah untuk perbuatan maksiat. Assary berkata : Saya kuatir dalam bagian mu dari kurnia Allah hanya dalam lidahmu belaka. Berkata Al Junaid : Maka karena kalimat yang dikeluarkan oleh Assary itu saya selalu menangis, kuatir kalau benar apa yang dikatakan Assary itu.

Selasa, 30 September 2014

hukum fisika vs keimanan


Alhamdulillah Pagi Yang Cerah. Sejenak Pagi :

Seorang profesor yg atheis berbicara dlm sebuah kelas.

Profesor: "Apakah Allah menciptakan sgala yg ada?"
Para mahasiswa: "Betul, Dia pencipta segalanya."

Profesor: "Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah jg menciptakan kejahatan."
(Semua terdiam, kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).

Tiba², suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.

Mahasiswa: "Prof, saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"
Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, dingin itu ada."

Mahasiswa: "Prof, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yg kita anggap dingin sbenarnya adalah ketiadaan panas. Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Smua partikel mnjadi diam, tidak bisa bereaksi pd suhu tsb. Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas. Slanjutnya, apakah gelap itu ada?"

Profesor: "Tentu saja ada!"

Mahasiswa "Anda salah, Prof! Gelap jg tidak ada. Gelap adalah keadaan di mana tiada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, sedangkan gelap tidak bisa. Kita bisa mgunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya mnjadi bbrapa warna dan mempelajari panjang gelombang stiap warna. Tapi, Anda tidak bisa mengukur gelap. Sberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu. Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.
Jadi, apakah kejahatan itu ada?"

Profesor mulai bimbang, tp menjawab: "Tentu saja ada."

Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah, Prof! Kejahatan itu tidak ada. Allah tidak menciptakan kejahatan. Seperti dingin dan gelap, 'kejahatan' adalah kata yg dipakai manusia utk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Allah dlm hati manusia."

Profesor terpaku dan terdiam!

Dosa terjadi karena manusia lupa hadirkan Allah dalam hatinya..
Hadirkan Allah dalam hati pada setiap saat, maka akan selamat..
Itulah IMAN..

Dosa lahir saat IMAN tidak berada dalam hati..

Semoga manfaat.

Selasa, 23 September 2014

Planet of the Deep Blue Sea

Hari ini, tanggal 23 September 1846 Planet Neptunus ditemukan.
Planet ini merupakan planet pertama yang ditemukan melalui
prediksi matematika. Perubahan yang tak terduga di orbit
Uranus membuat Alexis Bouvard menyimpulkan bahwa hal
tersebut diakibatkan oleh gangguan gravitasi dari planet yang
tak dikenal. Neptunus selanjutnya diamati oleh Johann Galle
dalam posisi yang diprediksikan oleh Urbain Le Verrier. Satelit
alam terbesarnya, Triton , ditemukan segera sesudahnya,
sementara 12 satelit alam lainnya baru ditemukan lewat
teleskop pada abad ke-20. Neptunus telah dikunjungi oleh
satu wahana angkasa, yaitu Voyager 2 , yang terbang
melewati planet tersebut pada tanggal 25 Agustus 1989.


Meskipun Galileo (ilmuan Italia) merupakan seorang
astronomer terkenal namun sejarah telah mencatat bahwa
jika bukan dikarenakan beberapa hari-hari mendung di Italia
maka Galileo merupakan penemu Neptunus. Di tahun 1613,
sebenarnya galileo mengamati objek menarik berada di
dekat planet Jupiter hanya saja ia tidak mengira planet
tersebut adalah Neptunus melainkan Galileo menganggap
objek tersebut hanyalah bintang biasa. Jika saja bukan
dikarenakan langit mendung Florentine maka Neptunus pasti
berada dalam jangkauan Galileo.

Fakta tentang planet neptunus:

1.  Warna biru indah planet ini diyakini merupakan hasil dari campuran warna merah di athmosfernya planet Neptunus dengan unsur lainnya. Selain itu warna biru ini ini juga merupakan campuran dari helium, hidrogen, dan methane.
Campuran basah partikel-partikel air dan es juga membuat planet Neptunus ini mempunyai reputasi sebagai planet biru.

2.  Neptunus memiliki bintik hitam mirip Great Red Spot di Jupiter.
Ini adalah daerah tekanan atmosfer tinggi yang memaksa awan gas metana tinggi ke atmosfer muncul seperti cirrus (tipis, whispy) awan di Bumi. Namun, tempat ini menghilang dan muncul kembali pada bagian yang berbeda dari planet ini, tidak seperti tempat Jupiter.

3.  Jaraknya nun jauh dari matahari membuat neptunus tidak mendapatkan kehangatan dan kemampuan untuk mendukung kehidupan apapun untuk eksis. Suhu terdingin diukur dalam Tata Surya (-237,6 ° C) telah dicatat di bulan Neptunus, Triton.

4.  Neptunus memiliki empat cincin.
Terdapat cincin yang lebih terang daripada cincin lain dan tampak seperti busur yang mengorbit planet ini. Mungkin mereka masih dalam proses pembentukan.

5.  Pada tahun 1989 telah terjadi badai besar di permukaan planet Neptunus menghasilkan angin dengan kecepatan mencapai 2.400 km/jam.
Badai dengan ukuran sebesar bumi tersebut keluar dari athmosfer planet
Neptunus dengan kecepatan sekitar 1.100 km/jam. Tidak “ayal” lagi peristiwa ini menyita perhatian para astronomer dan para ilmuan NASA ketika melihatnya pertama kali dengan teleskop Hubble.

6.  Triton meng-orbit Neptunus dalam arah yang berlawanan dengan rotasi planet . Ini adalah bulan terbesar di Tata Surya yang melakukan hal ini.
Para astronomer percaya Triton pada akhirnya akan hancur oleh Neptunus dalam satu juta tahun dari sekarang dikarenakan gaya magnet Neptunus untuk terus menarik Triton mendekat.
Ketika Triton berada dalam jangkauan gravitasi Neptunus maka saat itu merupakan hari terakhir dari eksistensi Triton. Sampai hari terakhir bagi Triton itu datang maka Triton akan terus setia dengan putaran uniknya terhadap Neptunus.
Meskipun Triton merupakan objek langit terdingin dalam tata surya kita namun tidak ada yang menginginkan nasib buruk tersebut mengakhiri eksistensi Triton.

Ringan saja

Hidup ini bagai kereta api aliran ringan (LRT),
kita akan naik LRT untuk pergi ke satu destinasi.

Semasa perjalanan itu akan ada penumpang yang turun dan ada pula penumpang baru yang naik di setiap perhentian.

Bila ada penumpang turun kita tidak akan rasa sedih,
karena itu memang destinasi mereka.
Kita tetap akan meneruskan perjalanan kita sampai ke destinasi yang dituju.

Begitulah kehidupan.

Rabu, 20 Agustus 2014

ghazwul fikri

bu Guru berjilbab rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya.Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata, saya punya 2 permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah "Penghapus!" Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.

Beberapa saat kemudian sang guru berhenti sebentar lalu kembali berkata,"baik sekarang perhatikan". Jika saya angkat kapur, maka berserulah "Penghapus!", jika saya angkat penghapus, maka katakanlah "Kapur!". Dan permainan diulang kembali. Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.

"Anak-anak, begitulah ummat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.

Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu dan  terpengaruh. Dan kalian mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika."

"Merasa selalu benar, keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik bahkan  dengan non muslim, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup, berbuat dosa menjadi kebanggaan dan lain lain. Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Kalian dibawa menjauh dari meneladani SIKAP dan AKHLAK Rasulullah. Paham?" tanya Guru kepada murid-muridnya. "Paham Bu Guru"

"Baik permainan kedua," Ibu Guru melanjutkan. "Ibu ada Qur'an, ibu akan meletakkannya di tengah karpet.Quran itu "dijaga" sekelilingnya oleh ummat yang dimisalkan karpet. Sekarang anak-anak berdiri di luar karpet. Permainannya adalah: bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tanpa memijak karpet?" Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.

Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an ditukarnya dengan buku filsafat materialisme. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet.
"Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya.
Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak kalian dengan terang-terangan.
Karena tentu kalian akan menolaknya mentah-mentah.
Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka.
Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar.
Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina pundasi yang kuat.
Begitulah ummat Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat.
Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau fondasinya dahulu.
Lebih mudah hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dahulu, kursi dipindahkan dahulu, lemari dikeluarkan dahulu satu persatu, baru rumah dihancurkan..."

"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kalian.
Mereka tidak akan menghantam terang-terangan, tetapi ia akan perlahan-lahan meletihkan kalian.

Mulai dari perangai, cara hidup, adab, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun kalian itu Muslim, tetapi kalian telah meninggalkan Syari'at Islam sedikit demi sedikit. Dan itulah yang mereka inginkan."

"Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Bu Guru?" tanya mereka. Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tetapi sekarang tidak lagi. Begitulah ummat Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tetapi kalau diserang serentak terang-terangan, baru mereka akan sadar, lalu mereka bangkit serentak. Selesailah pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdo'a dahulu sebelum pulang..."

Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.

Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (perang pemikiran).
Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh Islam.

Alllah berfirman dalam At Taubah 32:yuriiduuna an yuthfi-uu nuurallaahi bi-afwaahihim waya/baallaahu illaa an yutimma nuurahu walaw kariha lkaafiruunMereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

Musuh-musuh Islam berupaya dengan kata-kata yang membius ummat Islam untuk merusak aqidah ummat umumnya, khususnya generasi muda Muslim. Kata-kata membius itu disuntikkan sedikit demi sedikit melalui mas media, grafika dan elektronika, tulisan-tulisan dan talk show, hingga tak terasa.

Maka tampak dari luar masih Muslim.
Maka rasakan dan pikirkanlah itu dan ingatlah bahwa dunia ini hanya persinggahan sementara, ingatlah akan Hari Pengadilan.

WaLlahu a'lamu bishshawab.
“Sebaik – baik perkataan itu ialah yang sedikit tapi memberikan kejelasan”
“Perhatikanlah apa – apa yang dikatakan dan janganlah memperhatikan siapa yang mengatakan” (Mutiara Islami)“Kata – kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati dan manusia yang keras” (Hamka)
Diambil dari: eramuslim H.Muh.Nur Abdurrahman Kolom Tetap Harian Fajar, dengan judul ‘Permainan Ibu Guru' dari milist Faktual