Label

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Mei 2014

Belajar Berkata Cukup


Alkisah,
seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.
Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.
Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”.
Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya.
Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu.
Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan di sana.
Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya.
Masih kurang!
Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya.
Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata “cukup”.
Kapankah kita bisa berkata cukup?
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih di bawah target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.
Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.
Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang.
Kapankah kita bisa berkata cukup?
Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup.
Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.
“Cukup” jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri.
Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan.
Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.
Belajarlah untuk berkata “Cukup”

Rabu, 22 Januari 2014

Hidup,, untuk apa...

untuk apakah manusia hidup?

sepanjang hidup ada yang peduli dengan hidupnya di bumi 

dan mencari-cari jawab atas pertanyaan yang tak pernah mati itu. 
ada yang pura-pura tak peduli dan kemudian lihat samping kanan-kiri untuk mencerna suara-suara. 
Bahkan ada yang memang berusaha sama sekali untuk tak peduli mati atas hidupnya.

banyak jawaban yang telah tertelan bumi. 

banyak kata yang telah tercerna kepala untuk menerjemahkan rangkaian peristiwa itu.

dan yang ada hanyalah fatamorgana. 

yang tersisa adalah butiran-butiran debu di genggaman yang tak bermassa.

jika hidup tak memberi jawab
maka berusaha untuk mencintai hidup

bukankah sebuah cinta adalah sebuah jawab untuk seribu tanya...

jadi tak kan pernah salah orang yang berusaha berbuat baik waktu demi waktu
meminggirkan ambisi-ambisi liar--yang disadari ataupun tidak--ke bibir bibir yang tanpa pupur merah menyala...

bibir bibir yang merah menyala hanyalah rupa yang menutupi kekonyolannya sendiri
karena ia akan sungkan membedakan antara makan dan minum. 

sebuah ruh yang berbeda. 
sebuah kata lahir dari makna yang beda. 
maka jadilah citra. 
sebuah pertanda. 

jika bibir merah tak mampu membedakan antara makan dan minum...
jika tak mampu memahami kata,
apakah mungkin mengerti hakikat cinta...

berpikir dan berbuat baiklah inci demi inci detak jantungmu
bukan mengumbar syakswasangka...

banyak jawaban yang memberi jawabnya sendiri...
bukankah itulah cinta..

Rabu, 04 September 2013

Universitas Kehidupan

Ingat...
Seseorang yang dekat dengan Allah bukan berarti tidak ada air mata.
Seseorang yang taat pada Allah bukan berarti tidak ada kekurangan.
Seseorang yang tekun berdoa bukan berarti tidak ada masa masa sulit.

Biarlah Allah yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita
Karena Allah maha tahu waktu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.
...Tetap semangat...
... TETAP SABAR...
... TETAP TERSENYUM ...

karena kamu sedang menimba ilmu di Universitas Kehidupan
Yakinlah.. Allah menaruh mu di "tempat mu" yang sekarang,
Bukan karena KEBETULAN.
Sebab, orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan, dan air mata.

[Dikutip dari Buku "Sepatu Dahlan Iskan"]

Senin, 10 Juni 2013

Muhasabah

Kuperhatikan ahli ibadah, ia lelah dan menangis
Tapi rasa nikmat dan pancaran ketenangannya tak habis-habis.

Lalu kuperhatikan diriku ini
berburu senang dalam dosa mencari tawa dalam sia
Tapi pedih dan gelisah yang terasa

"Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? 71:13
Lalu masih mengandalkan makhluk- membanggakan ilmu- dan bertawakkal pada diri?


"Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? 71:13
Lalu mengabaikan perintah Nya - mempertanyakan aturan Nya - meragukan hukum Nya

"Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? 71:13
Lalu merasa aman mendurhakai Nya - tenang saja bermaksiat - dan menikmati dosa-dosa

"Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? 71:13
Lalu patah arang dalam susah - putus asa pada taqdir - menyerah kala diuji

"Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? 71:13
Lalu penuh buruk sangka - membanding-bandingkan anugerah - dan meremehkan karunia

"Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? 71:13
Sungguh ibadahmu tak cukup membayar rizqi-Nya
dan usahamu pun tak sebanding karunia Nya

"Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? 71:13
Merasa doamu tak dijawab padahal berlimpah yang diberikan Nya tanpa kau minta

"Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? 71:13
Lalu takut menyampaikan yang benar dan mencari ridho manusia dengan murka Nya

"Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? 71:13
Lalu dunia lebih kau pentingkandari akhirat - 
yang fana kau utamakan  dari keabadian

"Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? 71:13
Lalu harta terlihat kemilau - tahta tampak megah - dan hidup melalaikanmu dari hisab Nya




Kamis, 28 Februari 2013

Berharap lah . . !

Harapan yang dalam adalah pembentuk kerendahan hati yang mudah menerima yang kecil dan yang sederhana, sebagai syarat bagi pencapaian dari yang besar dan yang sulit.

Sesedikit dan sekecil apa pun sebuah harapan itu, ia tetap sebuah harapan.

Karena,

Tidak ada keberhasilan sebesar apa pun yang tidak bisa dicapai melalui harapan, walau sekecil apa pun harapan itu.

Maka, sebetulnya …

Harapan adalah penghubung antara sepedih-pedihnya keadaan dengan seindah-indahnya kesyukuran.




Harapan di hati itu,
adalah yang menjadikan kekasih Tuhan
yang dibebaskan dari kesalahan-kesalahan masa lalunya,
yang dijaga dalam perjalanan yang lurus,
yang dikuatkan untuk melakukan yang tidak biasanya mampu dilakukan oleh orang lain,
yang dimudahkan untuk merampungkan tugas-tugas besar,
yang disahabatkan dalam pergaulan dengan calon-calon penghuni surga,
dan yang ditata keindahan kehidupannya di dunia –
sebagai awalan rasa dari kehidupannya di surga.

Amien …

Jumat, 30 Maret 2012

Anugerah

Jika aku jatuh cinta, sandarkan cintaku pada taqwa
Agar aku merasa bahwa Engkau tiada terdua!
Jika rindu merasuki jiwa, penuhi lah hatiku dengan rindu surga
Agar aku merasa bahwa hidup di dunia takkan lama!
Jika hati tak lagi bersinar, buatlah aku menangis
Agar aku bisa muhasabah, jika dunia membuat aku terlena!
Bimbing lah aku, agar aku tersadar
Bahwa dunia tak seindah pandangan mata!

Ya Rabbi, aku lemah tak berdaya bagaikan mayat
Tak lagi memiliki ruh dalam jiwa
Tetapi Kau datang secara tiba-tiba
mewarnai hatiku dengan hidayah dan anugerah
Walaupun hamba bergelimang dosa sepenuh jagat!
Kau tetap Sang Maha Penerima Taubat!


Jumat, 11 November 2011

..Mubakkiron..


-- Kala Pagi, setiap orang bisa berkumpul dengan keluarga
Namun Kematian lebih dekat dari tali terompahnya --

Semakin jauh perjalanan.. Semakin dekat dengan kematian..
Semakin kurang pula keupayaan..
Hanya Iman dan keyakinan mampu mengayuh perahu kehidupan,
penuh ketenangan menempuh ujian

-- Tuluslah kepada Allah, Tuluslah kepada Insan --
Semoga ibadah diterima, rezeki diberkati, umur dirahmati dan dosa diampuni

Berusahalah seolah-olah Engkau hidup selamanya
dan Beribadahlah seolah-olah Engkau esok akan mati
Orang cerdas selalu ingat Mati, karena Mati bukanlah wafat
Karena Mati bukanlah akhir dari kehidupan tetapi awal kehidupan yang sebenarnya
Karena Mati satu-satunya pintu berjumpa dengan Nya,
kebahagiaan bagi orang-orang beriman adalah saat berjumpa dengan Nya
Saat berjumpa itulah kebahagiaan abadi bagi orang-orang beriman yang mencintai Allah..