Label

Tampilkan postingan dengan label Rasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rasa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Januari 2014

Hujan menjebakku bersama kenangan yang sudah


Tidak bisa melawan bulir pasir waktu yang terus berjatuhan ke sisi gelas yang berlawanan,
butir demi butir.
Tidak bisa mengerem laju surya yang terbit-tenggelam semaunya setiap hari,
memutar hidup agar tidak terhenti di satu moment.

Menghargai setiap kenangan indah bersama orang lain yang pernah kita lalui namun tidak berhenti berjalan
menapaki jalur pribadi 
untuk menjadi sosok terbaik yang diinginkan kehidupan atas diri kita.


...Berharap hujan segera usai....


Posted via Blogaway

Jumat, 13 Desember 2013

dalam diam

kakak, air mata yang jatuh akan pergi kemana?
ia akan berubah rupa, menguap dan terkumpul di awan,
nanti ia turunkan kebahagiaan lewat hujan tawa atau hujan rasa untukmu.

kakak, kemana perginya hari kemarin?
ia berada di salah satu laci di kepala mu.

kakak, aku ingin berdoa untuknya, apa dia perlu tahu?
doakan dia diam-diam, yang terbaik akan berbicara pada jalnmu.

kakak, aku lelah.
wajar, asal kamu tidak lelah karena terlalu lama diam... atau berjalan mundur,

kakak, aku ingin menjadi bayi, mengulang semua dari awal lagi.
setiap pagi saat kau membuka mata, sebenarnya ada celah waktu yang membuatmu trlahir kembali... berdoalah dalam diam, lebur benci yang mendalam, maafkan apapun, lalu biarkan matamu terpejam.
Esok kau akan seringan bayi... kini tidurlah....


ketika malam jatuh ke mataku,
ada keheningan yang menjadi saksi,
bahwa dalam diam aku masih mendoakanmu.
dan dalam diam, ada seseorang juga yang mendoakanmu.

Jumat, 26 Juli 2013

Ketika behadapan dengan anak kecil, sulit untuk membuat nya mengerti.
Ketika berhadapan dengan orang dewasa, mereka sulit  dimengerti.
Pun ketika berhadapan dengan orangtua, seperti berhadapan dengan anak kecil, sulit membuat mereka mengerti.
Bukan karena mereka tidak tahu, tapi karena berbeda pengertian.

Aku semakin tidak mengerti,
sepertinya hidup ini terlalu singkat untuk membuat orang lain mengerti.

Kamis, 20 Juni 2013

d i a m





Kapan kau berhenti jadi fatamorgana? kenapa kau tak mewuj6d saja. Hingga nyata. Keluar dari cakrawala.

Jawaban semua kapan adalah waktu.
Ku buka koleksi arloji di laci kepala, kubenahi satu peesatu,
mungkin ada yang salah, pada semua detikku.

Aku pergi, kau  diam.
Kau melangkah mundur, aku mendekat.
Kau maju, aku sembunyi.
Bisakah kita saling diam sebentar?
Sejenak saja.

Lebih baik aku berteman dengan ribuan teriakan dari jutaan jendela,
dibanding bersembunyi dalam ruang hampa tak berpintu.

Ketika malam jatuh ke mataku,
ada keheningan yang menjadi saksi,
bahwa dalam diam aku masih mendoakanmu.
Dan dalam diam, ada seseorang juga yang mendoakanmu.



Jumat, 15 Maret 2013



Ingatlah
Bahwa Allah tak begitu saja menjadikan mu hadir dalam hidup ku
Pernahkah kau mengingat bagaimana cara Allah mempertemukan kita
Kau tahu, seandainya hari itu kita tidak saling kenal 
mungkin akan ada celah kosong tanpa warna mu

Bila suatu hari semua terhenti begitu saja
mungkin aku tak mampu menatap semua warna dengan bias yang sama.
Aku tahu terkadang kau pun letih 
hingga waktu membiarkan kita berada di sebuah persimpangan.
Pada saat itu aku berusaha meraba dalam kelabu.
sendirian saja, tanpa mu.
Namun kau tahu, sejauh apa pun ku coba mengusir bayang mu,
siluet mu tetap ada

Ketika suatu hari yang kau ingat hanyalah senyap tanpa bisingku yang lenyap berpacu dengan waktu,
maka rasakan lah bahwa aku masih disekitarmu, memandangmu.
Hanya saja selalu ada batas dalam sebuah perjalanan.

Hanya

Kata orang bila kamu biasa dihubungi seseorang pada malam hari, bukan berarti kamu penting bagi orang tersebut. Hanya saja pada malam hari seseorang sering merasa kesepian dan butuh teman berbagi. Jadi, jangan terlalu banyak berharap.
Aku tak peduli, karena bagi ku hidup itu memang harus untuk berbagi dan kita tidak boleh meremehkan hal-hal sekecil apa pun, kan?
Kali ini kau akan kembali kutuliskan. Ku rasa malam hari saat semua ingatan kembali pada mu, ku hanya ingin setidaknya tidak ada lagi waktu yang tersisa untuk mengingat mu.


Aku tahu nama mu
Aku hanya belum pernah memanggil mu
Menyebutnya didepan mu dan
membiarkan telinga mu mendengar sesuatu yang aku bacakan
atas apa yang tertulis di kepala ku

Aku ingin angin malam yang membuat awan tak pernah diam
Menitipkan suara ku padamu
Bila aku harus menjauhi mu, 
aku akan memulainya dengan berjalan mundur
Aku akan mengisi jarak sambil menaruh harap
Untuk melayang-layang di atas tanah
Karena sejauh apa pun kita terpisah
Kita hanya sama-sama di bawah langit
Masih di dalam bumi yang tidak lelah berputar 

Rabu, 13 Maret 2013

Pasir

Kemarin, semua tentang mu muncul.
meski kusibukkan pikiranku, kubaca puluhan lembar buku
Semesta selalu mengirimkan jejak mu dihadapku
Nama mu yang ada di tokoh cerita yang ku baca
Kota mu tertera menempel seketika


Aku ingin memanggil mu
entah kapan kau butuh aku
lalu kapan kau cari aku
dan sampai kapan kau begitu

Aku hanyalah sebutir pasir di pinggir pantai
dan telapak kaki mu yang kurindukan
Aku menyapa mu, Man.
kau tahu, aku telah banyak mencari cara agar setidaknya bisa melintas dikepalamu

Kenapa begini?
Kenapa aku merindukan mu?
Kenapa aku mengharapkan mu?
Kenapa aku mempercayai mu?
Mudahnya bagiku 
Bahkan nama mu saja yang ku punya
Maukah kau sebentar saja menoleh ke arah ku
untuk melihat betapa aku bodoh sekali
Aku tidak mengerti dan jadi lebih banyak bilang mengapa
Terkadang entah
Terkadang ya sudah
Sekarang apa mau ku?


Sabtu, 09 Maret 2013

. . takut ku . .

Aku takut..
Aku takut..
Aku takut..


Ketakutan terbesar bukan pada harta-benda
tapi,
Menakutkan adalah ketika senang atau pun sedih tidak ada seorang di sisi yang tulus mendengar dan merasa.
Menakutkan adalah ketika tidak ada kesempatan untuk melihat senyum terakhir yang terkasih
Menakutkan adalah ketika tersenyum hanya cermin buram yang memantul bayang itu

Ketakutan adalah ketika nafas terengah, tak ada seorang menggenggam tangan ku
hanya isak air membasahi dingin raga ku
lalu esok aku hanya sekedar nama
atau bahkan jiwa tanpa nama

Kepada kesendirian dan yang terlupakan,
Enyah lah..!

 

Kamis, 21 Februari 2013

Rindu


Rindu datang dalam diam
Rindu datang mengingatkan
Kamu tetap menjadi bagian dari perasaan

Halo.. ini aku
Aku sedang rindu
Namun aku sadar
Waktu telah menelan spasi dan melebarkannya

Mungkin saat ini
Doa-doa itu tak lagi bertebaran di langit
Pada sayap-sayap malaikat yang pernah kita pinjam di ujung senja


Senin, 18 Februari 2013

Bayang


Pagi ini dingin , mendung . . .
Seakan rekayasa langit mencipta rasa rinduku
Kemana matahari ku?
Mungkin dia sibuk menghangatkan sisi lain

Aku menanti gerimis
Ingin hujan saja . . .
Derasnya yang membawaku ke bulan desember
Derasnya yang membasahi tanah
Berharap terhapus jejak mu
Malah tampak spectrum warna mu
. . . di sana . . .

Dan bila malam, matahari ku telah lelah
Namun cahya nya masih dibiaskan oleh Bulan
Hingga bayang mu tetap di sana
. . selalu di sana . .
Tak pernah di sini

Meski di ruang hampa,
Cahya Mu tetap bisa merasuk, kan .  . ?!




Hidup itu tentang mengerjakan rutinitas yang padat dengan muka pucat, lalu tiba-tiba tersenyum saat mengingat sebuah bayang. "  

Kamis, 14 Februari 2013

..Disini Aku..

Jangan berjalan di belakang ku
karena kau bukan penjagaku

Jangan berjalan di depanku
karena kau bukan pemimpinku

aku ingin kau berjalan disampingku
seiring
bersama menuju tuju
sebagai sahabatku



Kamis, 24 Januari 2013




Sahabat datang mengendap-endap
Tak perlu menjerit ‘tuk buktikan
Bahwa dia ada di sisimu
Mencoba menggapai tangan
dan merengkuh dirimu

Sahabat pergi diiringi tawa
dan senyum bersenandung
Tapi, akankah kita datang kepada sahabat
Saat tangan dan hati berjelaga
Menunggu gapaian tangan

Minggu, 30 Desember 2012

Biar lah



tak mampu membuatnya mengerti
tak mampu membuat seorang pun mengerti
bahkan tak mampu memberitahukan diri

Siapa pun dia. . darimana pun asalnya. .
hendak seperti apa maksudnya..
biarlah. . . biarlah dia pergi tak meninggalkan kata 
ikhlaskan apa yang semestinya menjadi qadha dan qadar ku

Merenung sejenak
Iqra.. ! Iqra . .! Iqra .. ! bacalah hati dengan lemah lembut..
Bahwa hidup tidaklah sia-sia, bahwa hidup punya misi 
Bahwa hidup sudah dalam rotasi yang berporos dalam kekuasaannya.

Engkau tahu, duhai gemerisik angin,
kalau boleh aku ingin kutitipkan banyak hal padamu.
Sampaikan padanya sepotong kata, tapi itu tak bisa kulakukan
Biarlah Rabb yang Maha Melihat semuanya.

Engkau tahu, duhai retakan dinding
Aku tak tahu lagi berapa dalam retaknya hati ini,
besok lusa mudah saja memperbaiki retakan dindingmu, tinggal ambil semen dan pasir.
Tapi hati ku, entah bagaimana merekatkannya kembali
Tapi biarlah Rabb Yang Maha Menyaksikan semuanya

Wahai sosok yang merindu, 
maka malam ini, akan kusampaikan sebuah kabar gembira dari sebuah nasehat bijak. 
Kalian tahu, buku-buku cinta yang indah, film-film roman yang mengharukan, puisi-puisi perasaan yang mengharu biru, itu semua ditulis oleh penulisnya. 
Maka, biarlah, biarlah kisah perasaan kalian yang spesial, ditulis langsung oleh Tuhan. Percayakan pada yang terbaik. 

_tere liye_

Sabtu, 29 Desember 2012


saat kita merasa tidak berguna,
biasanya Allah mengirim seorang teman baru
membawa secangkir kehangatan yang tiba-tiba saja
menyebaaarr merasuki seluruh tubuh. 
lalu kita saling tersenyum,
saling mengangguk-ngangguk
dan akhirnya berteman, berkomitment, saling memberi dan lalu terpisah lagi. 
lalu Allah menggantikannya dengan yang lain.

sebagian mereka menjadi kekasih
sebagian mereka menjadi musuh
sebagian mereka tidak berguna
sebagian kita ingat
sebagian kita lupa

namun unique-nya adalah..
kita justru lebih lama mengenang titipan luka disebuah akhir yang mereka berikan ketimbang kebaikan panjang yang mereka persembahkan. padahal dulu ia adalah seseorang yang paling sering membuat dirimu merasa berguna.

"seseorang yang mencintaimu adalah ia yang membuat dirimu nyaman dan merasa lebih berguna, namun itu tidaklah lama".

ketahuilah,
Akan ada sebuah akhir dan kekecewaan
selama benih yang kita tanam itu kita semai di sebidang tanah yang salah, sebidang tanah rapuh yang pondasinya mudah runtuh!

sebidang tanah itu adalah hati


Kamis, 22 November 2012


Bukankah indah sekali bila kita bisa menyimpan kerinduan kepada seseorang...
Bukankah kerinduan yang mendalam bisa menumbuhkan cnta kasih...
Kerinduan yang terjaga akan menggebu..
membuat jiwa ingin segera menjangkau nya, menatap dan saling merasa..
tanpa harus kita diam merayap, menatap yang terindu dibalik tabir, mencari tau seperti cicak..

Bukankah semakin asing sosoknya akan semakin menarik sukma..
tapi ternyata gelombang-gelombang halus teknologi itu telah melenyapkan essensi naluri kita.
jadi, siapakah robot sebenarnya..?

Selasa, 14 Juni 2011

Hujan dan Awan Saling Melupakan



Aku tidak tertarik siapa dirimu, atau
bagaimana kau tiba disini.
Aku ingin tahu apakah kau mau berdiri di tengah api
bersamaku dan tak mundur teratur.

Aku tidak tertarik di mana atau dengan siapa kau belajar.
Aku ingin tahu apakah yang menjagamu dari dalam,
saat segala hal berjatuhan.
Aku ingin tahu apakah kau bisa sendirian bersama dirimu,
dan apakah kau benar-benar menyukai temanmu
di saat-saat hampa.

(Jean Houston, A Passion for The Possible)