Label

Tampilkan postingan dengan label pustaka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pustaka. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Januari 2014

Seikat Kata yang Beku

dari waktu yang beku
kukirim padamu
seikat kata yang tak seperti dulu

angin bertiup terlalu kencang
lebah sudah terlalu asyik menghisap
dan hujan tak lupa dengan setia
mengirim jarum-jarum patah
menghapus hampir semua jejak langkah

daun-daun hijau itu berguguran
menyusul kelopak-kelopak yang berjatuhan
ke tanah basah akhir segala cerita

dari waktu yang beku
tetap kukirim untukmu
seikat kata yang tak seperti dulu
















kau dengarkan suara gerimis 
yang berubah yang bergerak di dalam
jauh seperti tatkala kita
di ujung waktu

kau tangkapkah suara gerimis 
yang berbisik-bisik memanggilmu di relung
terpencil asing tanpa orang banyak
tahu-menahu perihal waktu

kau pahamkah suara gerimis yang
berulang-ulang menyembunyikan
beberapa garis hujan yang mempesona
senja yang merah 
senja keindahan waktu




ada orang yang masuk ke dalam kehidupan kita

dan berlalu dengan cepat,
ada yang tinggal beberapa lama dan
meninggalkan jejak dalam hati kita
dan diri kita pun tak akan pernah sama seperti sebelumnya
kita akan menemukan kata-kata baru,
pengertian-pengertian baru dan
juga sikap-sikap yang baru
kenal dan b...ersahabat dekat dengan
seseorang itu memang membutuhkan banyak
pengertian, waktu dan rasa percaya


sahabat adalah harta yang paling berharga
sahabat adalah duka yang paling nestapa




Jumat, 04 Januari 2013

Kaidah Terbang Lebah

Buku karya Hasan Aspahari ini ternyata sangat menarik. 
Awalnya saya langsung kepincut dengan cover nya, manusia hibrida bersayap! Amazing..
dan judulnya pun tentang lebah: hewan bersayap yang diberkahi. 
Anda pasti tahu betapa lebah adalah serangga yang pola kehidupannya banyak memberi hikmah bagi manusia. Dalam Al-quran bahkan ada ayat yang dikumpulkan dalam satu bagian surat an-Nahl, Surat Lebah.

  • Lebah tak seperti lalat yang hidup di tumpukan sampah dan lingkungan-lingkungan kotor. Maka, seperti lebah, jauhilah hal-hal yang buruk.
  • Seperti lebah, kunjungilah tempat yang baik, tidak mengundang fitnah, dan carilah rezeki yang halal dari sumber yang halal. Lebah terbang dari bunga ke bunga menjemput sari madu dan mengumpulkannya di sarang.
  • Lebah hidup rukun dalamsatu koloni dan patuh pada seorang ratu, pemimpin koloni itu. Maka, taatilah pemimpin yang baik, kita percaya dan kita berikan amanah untuk menjadi pemimpin.
  • Lebah taat pada pembagian kerja. Ada yang bertugas membuat sarang, ada yang mencari madu, dan ada yang menjaga sarang, ada yang menjaga ratu. Kita pun harus menjalankan peran kita sebaik-baiknya. Jangan mengambil pekerjaan yang tidak kita kuasai, jangan merampas wilayah peran orang lain.
  • Lebah lebih beruntung daripada lalat karena punya sengat. Tapi itu tidak digunakan sembarangan, karena sekali menyengat berarti sesudah itu kematian. Maka lebah hanya akan menyerang jika koloninya terancam. Lihatlah, betapa lebah tidak bertindak untuk kepentingan pribadi. Buat kita, pelajarannya adalah kita tidak boleh diam ketika kita diganggu, kita harus rela membela jika kepentingan, martabat, dan harga diri kita dilecehkan.       

Secara anatomi pun, kata Hasan, lebah adalah serangga yang mampu terbang menentang angin kencang. Ukuran sayapnya kecil, dan cara lebah mengepakkan sayapnya tidaklah umum semisal yang dilakukan serangga lain. Gerakan sayap mereka pendek melengkung. Yang menakjubkan adalah bahwa lebah mengepakkan sayap lebih cepat. Bila serangga umumnya mengepakkan sayap 200 kepakan per detik, lebah menggerakkan sayap 240 kepakan per detik!
Sayap kecil bukan hukuman alam. Bukan pula kutukan Tuhan sang pencipta. Ini pelajaran baru yang kita dapati dari serangga itu:

"Tak masalah bila kemampuan kita terbatas, untuk bisa berhasil maka kita hanya harus berusaha lebih keras. Jangan pernah menyesali keterbatasan. Jangan pernah mengutuki apa yang diberikan Tuhan", ujar Hasan.


Ada kutipan dari John C. Maxwell yang sangat menginspirasi, Berpikir Lain dari yang Biasanya: 

  • Aku adalah pendamping setiamu. Akulah penolong terbesarmu atau beban terberatmu. Aku akan mendorongmu maju atau menyeretmu gagal. Aku sepenuhnya takluk pada perintahmu. Separuh hal yang engkau perbuat sebaiknya engkau serahkan saja kepadaku, maka aku akan dapat melaksanakannya dengan cepat dan tepat. Aku mudah diatur, yang penting engkau tegas terhadapku. Tunjukkanlah kepadaku bagaimana engkau mau sesuatu itu dilaksanakan, maka setelah beberapa pelajaran akan kulaksanakan itu dengan otomatis.
  • Akulah hamba semua orang besar, dan sayangnya juga hamba semua pecundang. Mereka yang besar telah kujadikan besar. Mereka yang pecundang juga telah kujadikan pecundang. Aku bukan;ah mesin, walaupun aku bekerja dengan tingkat presisi mesin ditambah dengan intelejensi manusia. Engkau bisa memanfaatkan aku demi keuntungan atau demi kehancuran, tidak ada bedanya bagiku. Ambillah aku, latihlah aku, tegaslah terhadapku, maka aku akan menghancurkan mu.
  • Siapakah aku? Aku adalah KEBIASAAN.

Indah bukan?

Setelah sampai dalam genggaman, semakin menarik. Awalnya saya hanya terkagum oleh gambar dan judul lebahnya. Tetapi ternyata topiknya sesuai dengan selera saya.
Bagian pertama berjudul Etos berisi 6 topik  yang salah satunya tentang lebah tadi. Bagian kedua Dedikasi berisi 8 topik yang banyak membahas sastra, tema favorit saya: mengambil telur Tuhan (judulnya bikin penasaran, kan :D), semangat Rendra (siapa yang ga kenal beliau?!), bersama CA, SDD, SCB, dan GM (adalah inisial pujangga favorit kita semua: Chairil Anwar si-Aku, Sapardi Djoko Darmono yang terkenal dengan Perahu Kertasnya, dua lainnya belum familiar dengan saya, mungkin penggemar sastra sudah bisa menebaknya) , Judul lainnya Jangan Habisi Sapardi.
Bagian Ketiga Militansi dengan 6 topik lagi yang sepertinya mengarah ke politik, ada yang berjudul Dari Adinegoro, Pulitzer, Rida, hingga Presiden SBY.
Bagian Ke-empat Empati sangat menarik. Berawal tentang Gibran (Khalil Gibran) ke Batuaji, Hapuskan Israel dari Muka Bumi, sampai waktu yang menguasai kita,atau kita yang mengatur waktu.
Bagian terakhir Sikap hanya ada 4 topik yang salah satu menariknya yaitu The Sense of Kepepet.
Saya memang belum bisa memberi komentar apa-apa dari buku ini. Yang jelas, buku ini akan memberi cukup wawasan. dan saya ingin mengenal sosok Hasan Aspahani seorang wartawan yang berselera sastra. Menarik untuk membaca nya berulang-ulang.  

Rabu, 31 Oktober 2012

gugur daun


Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah.


Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar.

Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.

Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan 

pemahaman itu datang.

Tak masalah meski lewat kejadian sedih dan 

menyakitkan.



-- daun yang jatuh tak pernah membenci angin-- 

dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja

Tak melawan, mengikhlaskan semuanya

Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya

Biarkan angin merengkuhnya

membawa pergi entah kemana

tere lye


每一片掉落的叶子是对大地的眷恋- 
setiap daun yang gugur adalah karena 

kerinduannya pada bumi.

Minggu, 26 Agustus 2012

Perahu Kertas


surat Kugy untuk Keenan ...



Gue selalu berusaha ngejar dunia lo. Tapi lo bukan cuma lari, lo tuh terbang. Dan lo suka lupa, gue masih di Bumi. Kaki gue masih di tanah. Gimana kita terus jalan kalo tempat kita berpijak aja beda.”
(Ojos: Tiga Kata Saja _ 147)


Bagaimana hampa bisa menyakitkan? Hampa harusnya berarti tidak ada apa-apa. Tidak ada apa-apa harusnya berarti tidak ada masalah. Termasuk rasa sakit.”
(Keenan: Hampa Yang Menyakitkan _ 182)

Sepertinya langit ini kosong. Tapi, kita tahu, langit tidak pernah kosong. Ada banyak bintang. Bahkan tidak terhingga banyaknya. Langit ini Cuma tertutup awan. Jika kita bisa menyibak awan-awan itu, kita akan menemukan banyak sekali bintang. Dan dari sekian banyak bintang, akan ada satu yang berjodoh dengan kita.”
(Luhde: Menangkap Bintang _ 206)
Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar hitam yang kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap ada disana. Bumi hanya sedang berputar.”
(Luhde: Bumi pun Berputar _ 260)

Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan jadi kenyataan.”
(Luhde: Hadiah dari Hati _ 221)


And my bitter pill to swallow is the silence that I keep, that poisons me. I can’t swim free, the river is too deep. I am no worse in love with your ghost, in love with your ghost..”  226


Selasa, 07 Agustus 2012

momentum semu


Sambil menunggu, izinkan aku berkelakar mengenai kamu dan sayap. Kamu terobsesi dengan segala makhluk bersayap.  Aku ingin percaya kamu cukup cerdas untuk tidak mencoba terbang kemari. Kalaupun itu bisa terjadi, aku khawatir kamu mati lemas di jalan lalu jatuh ke laut. Dimakan hiu. Dan jadilah kalian hibrida yang luar biasa. Manusia bersayap di dalam perut makhluk bersirip berinsang.

Kamu membuatku percaya ada poin tambahan jika memperlakukan hidup seperti arena balap lari. Namun imanku pada arena itu luruh dalam satu malam karena kegagalanmu mencapai garis finish. Lihatlah detik itu, jarum jam itu, momentum yang tak lagi berarti di detik pertama kamu gagal mengucapkan apa yang harusnya kamu ucapkan.

Aku tidak tahu kemalangan jenis apa yang menimpa kamu, tapi aku ingin percaya ada insiden yang cukup dahsyat di dunia serba seluler ini hingga kamu tidak bisa menghubungiku. Mungkin matahari lupa ingatan lalu keasyikan terbenam atau terlambat terbit? Bahkan kiamat pun hanya bicara tentang arah yang terbalik, bukan perubahan jadwal.

Satu waktu nanti, saat kamu berhenti percaya manusia bisa punya sayap selain lempeng besi yang didorong mesin jet, saat kamu berhenti percaya hidup lebih bermakna bila ada wasit menyalakan aba-aba “1,2,3”, kamu boleh terus percaya bahwa kemarin... besok... lusa... dan hari-hari sesudah itu... aku masih disini. Menunggu kamu mengucapkan apa yang harusnya kamu ucapkan.

... tengah malamnya lewat sudah...
Tiada kejutan tersisa...
Aku terlunta, tanpa sarana,,
Saluran tuk ku bicara..

Mundurlah, wahai waktu ...
Ada selamat ulang tahun
Yang tertahan tuk kuucapkan
Yang harusnya tiba tepat waktunya
Dan rasa cinta yang slalu membara
Untuk dia yang terjaga menantiku...



Jumat, 17 Juni 2011

Jalan Cinta Para Pejuang

Satu kata cinta Bilal:
"Ahad!"
Dua kata cinta Sang Nabi:
"Selimuti aku...!"
Tiga kata cinta Ummu Sulaim:
"Islammu, itu maharku!"
Empat kata cinta Abu Bakr:
"Ya Rasulullah,saya percaya..!"
Lima kata cinta 'Umar:
"Ya Rasulullah, ijinkan kupenggal lehernya!"

Dari keterasingan agama ini bermula,
dan kepada keterasingan ia kembali.
Dunia begitu heran dengan keterasingan para penggenggam agama di jalan cinta pejuang.
Sejak dahulu, dunia memandang takjub cara hidup bertauhid.
"Apakah Tuhan itu hendak dijadikan satu saja?
Ini adalah perkara yang mengherankan!", kata mereka.
Tentang Rasul-Nya yang mulia, mereka berkomentar,
"Rasul macam apa ini yang memakan hidangan dan berjalan di pasar-pasar?"
Dan semakin geleng kepala mereka menyaksikan
perangkat-perangkat agamanya yang mencengangkan.

Dan kini pun, dunia memandang aneh jalan cinta kita.
Betapa aneh nikah tanpa pacaran,
..jilbab yang lebar menutup berkibar,
..jenggot yang rapi peni,
..cita-cita untuk mati,
..dan tak inginnya hidup menghamba pada kepentingan adikuasa yang telah menjadi kiblat dunia.
Jalan cinta pejuang betul-betul jalan yang asing.

Dan keterasingan itu berbuah penentangan.
Yaitu ketika dari jalan cinta pejuang kita bergerak,
..berusaha mengubah wilayah-wilayah publik
...yang diyakini penuh kerusakan dengan manhaj yang terang dan jelas
untuk menyelamatkan tatanan dunia.
Kita akan mendapati kesangsian, penentangan, dan perlawanan.
..atau juga simpati, kekaguman, dan pujian yang hanya sebatas itu.
..Salut tanpa dukungan..
Kesemuanya terasa bagai menggenggam bara di telapak tangan.

Kalau di jalan cinta ini, kita membuat orang kafir jengkel,
itu bukan salah kita..
Di jalan cinta ini kita hanya mencoba mencari ridha Allah.
Kita mencoba untuk menjadi tunas, berakar, tumbuh, dan mekar.
Dan kalau orang-orang kafir tidak terima, tidak suka,
..mungkin Allah memang menghendaki mereka tersiksa oleh kejengkelannya. (Q.S 48:29)
Atau mungkin mereka memang punya alasan tersendiri untuk memulai permusuhan itu.
Sebagaimana Syaithan yang selalu khawatir tak punya teman,
demikianlah keadaan orang-orang kafir yang gelisah tak menentu. (Q.S. 4:89)

Di jalan cinta para pejuang, dengan apa kita menghadapi musuh?
Tentu saja dengan cinta.
Karena cinta bukan hanya sekedar pelukan hangat,
belaian lembut, atau kata-kata penuh dayu.
Kita belajar apa itu cinta dari apapun yang ada di muka bumi.
..Dari cahaya matahari..
..Dari sepasang merpati...
..Dari sujud dan tengadah doa..
..Dari kebencian musuh, dari dengki dan iri para lawan..
..Dari ketidaktahuan orang yang ingkar dan dengilnya pikiran si munafiq..
Dari apapun!
Karena inilah jalan cinta para pejuang..

"Jangan kalian berhati lemah dalam mengejar musuh.
Jika kalian merasai sakit, maka mereka menanggungkan sakit pula sebagaimana kalian derita.
Dan kalian mengharap dari Allah apa yang tiada mereka harapkan.." (4:104)



Rabu, 18 Mei 2011

Tanyalah aku Sebelum kau Kehilangan aku



(oleh: Syeikh Fadhullah Al-Hairi)

Ini sebenarnya buku kaum Syi'ah, tapi di dalamnya juga banyak kata-kata mutiara indah.. bagaimana pun juga Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah saw, sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah saw:

"Kedudukan Ali kw disisiku seperti diriku, ketaatan kepadanya sama dengan ketaatan kepadaku, dan kemaksiatan kepadanya sama dengan kemaksiat kepadaku”

Di antara kata-kata mutiara Ali yang indah dan bermanfaat:

”Wahai manusia, bertanyalah kepadaku sebelum kalian kehilangan aku. Sesungguhnya aku ini lebih mengerti jalan-jalan langit daripada jalan-jalan bumi. Bahkan, aku mengetahui sebelum bencana itu terjadi dan menghempaskan impian-impian umat ini”.

"Ilmu adalah sebaik-baik perbendaharaan dan yang paling indah. Ia ringan dibawa, namun besar manfaatnya. Ditengah-tengah orang banyak ianya indah, sedangkan dalam kesendirian ianya menghiburkan."

"Umur itu terlalu pendek untuk mempelajari segala hal yang baik untuk dipelajari. Akan tetapi, pelajarilah ilmu yang paling penting, kemudian yang penting dan begitulah seterusnya secara berurutan."

"Janganlah kalian memaksakan anak-anakmu sesuai dengan pendidikanmu, kerana sesungguhnya mereka diciptakan untuk zaman yang bukan zaman kalian."

"Pokok agama adalah makrifat (kenal) tentang Allah SWT.
Kesempurnaan makrifat tentangNya adalah tasdiq (membenarkan) terhadapNya.
Kesempurnaan tasdiq terhadapNya adalah dengan tauhid kepadaNya.
Kesempurnaan tauhid kepadaNya adalah dengan ikhlas kepadaNya.
Barangsiapa yang melekatkan suatu sifat kepadaNya, bererti dia telah menyertakan sesuatu kepadaNya.
Dan barangsiapa yang menyertakan sesuatu denganNya, maka dia telah menduakanNya.
Barangsiapa yang menduakanNya, maka dia telah memilah-milahkan (Zat)Nya.
Barangsiapa yang memilah-milahkanNya, maka sesungguhnya dia tidak mengenalNya.
Barangsiapa yang tidak mengenalNya, maka dia akan melakukan penunjukan kepadaNya.
Barangsiapa melakukan penunjukan kepadaNya, maka dia telah membuat batasan tentangNya.
Dan barangsiapa yang membuat batasan tentangNya, sesungguhnya dia telah menganggapNya berbilang."

"Barangsiapa yang ingin melihat kedudukannya di sisi Allah, maka hendaklah dia melihat kedudukan Allah pada dirinya."

"Sesungguhnya wali-wali Allah SWT adalah mereka yang memandang batin dunia ketika orang-orang memandang lahirnya. Mereka sibuk dengan urusan akhirat ketika orang-orang disibukkan dengan urusan dunia. Mereka telah mematikan dari dunia ini kerana mereka khawatir ia akan mematikan mereka. Dan mereka meninggalkan dunia kerena mereka tahu bahawa ia akan meninggalkan mereka."

"Sesungguhnya ALLAH SWT tidak tersembunyi bagi-Nya apa yang diperbuat oleh hamba-hamba-Nya pada waktu malam mereka dan siang hari mereka..
Dia Maha Lembut lagi Maha Mengetahui dan Dia benar-benar meliputi segala sesuatu..
Anggota-anggota tubuhmu adalah saksi-saksi-Nya dan tentara-tentara-Nya,
hati kalian adalah mata-Nya, dan kesendirian kalian adalah pandangan-Nya.."

"Qadar (Takdir) adalah jalan yang gelap, maka janganlah kalian melaluinya;
lautan yang dalam, maka janganlah kalian menyelaminya;
dan rahasia ALLAH SWT, maka janganlah kalian menyusahkan diri kalian dengannya."

"Perbuatan buruk yang menjadikanmu bersedih karenanya lebih baik di sisi ALLAH daripada perbuatan baik yang membuatmu bangga."

"Ada empat hal yang mematikan hati, yaitu: dosa yang bertumpuk-tumpuk, (mendengarkan) guyonan orang pander, banyak bersikap kasar dengan perempuan, dan duduk bersama orang-orang mati.
Orang-orang bertanya, “Siapakah orang-orang mati itu, wahai Amirul Mu’minin?” Ali r.a. menjawab, “Yaitu setiap hamba yang hidup bergelimang dalam kemewahan.”

"Sebaik-baik perangai wanita adalah seburuk-buruk perangai laki-laki, yaitu: angkuh, penakut, kikir. Jika wanita angkuh, dia tidak akan memberi kuasa kepada nafsunya. Jika wanita itu kikir, dia akan menjaga hartanya dan harta suaminya. Dan jika wanita itu penakut, dia akan takut dari segala sesuatu yang menimpanya."

"Kebiasaan itu kuat. Maka, barangsiapa yang membiasakan sesuatu pada dirinya secara diam-diam dan dalam kesendiriannya, kebiasaan itu pasti akan menyingkapkannya secara terang-terangan dan terbuka."

"Barangsiapa yang merasa berat karena musibah, maka hendaklah dia mengingat kematian karena hal itu meringankannya. Dan barangsiapa yang merasa disempitkan oleh suatu urusan, maka hendaklah dia mengingat kubur karena hal itu akan melapangkannya."

"Permulaan dunia adalah kesusahpayaan dan akhirnya adalah kehancuran. Yang mengais kekayaan di dalamnya mendapat ujian, yang fakir di dalamnya dia bersedih. Yang berusaha mendapatkannya akan luput darinya, dan yang menahan diri dari nya, dunia akan mendatanginya.
Siapa yang memandang kepadanya, dunia akan membutakan (hati)-nya, dan siapa yang merenungkannya, dunia akan membukakan pandangannya."

"Sungguh, aku belum pernah melihat orang yang menginginkan sesuatu tetapi tidur, sebagaimana orang yang menginginkan surga.
Dan belum pernah pula aku melihat orang yang takut sesuatu tetapi tidak lari melainkan justru tidur, sebagaimana orang yang takut neraka."

"Orang Mukmin, jika melihat, dia mengambil pelajaran; jika berbicara, dia berzikir; jika kaya, dia bersyukur; dan jika ditimpa musibah, dia bersabar."

"Kegembiraan orang Mukmin terlihat di wajahnya, sedangkan kesedihannya tersimpan di hatinya. Dadanya paling lapang (sabar) dan merasa dirinya paling hina. Dia tidak menyukai kedudukan dan membenci reputasi. Panjang kesedihannya. Jauh pikirannya. Banyak diamnya. Sibuk waktunya. Banyak bersyukur dan bersabar. Tenggelam dalam pikirannya. Berpegang teguh pada kesetiakawanan. Mudah perangainya. Penurut. Dan jiwanya lebih keras daripada batu api, sementara dia lebih (merasa) hina daripada seorang budak."

"Keselamatan memiliki sepuluh bagian, yang Sembilan diantaranya terdapat dalam diam kecuali dari zikir ALLAH Ta’alaa, sedangkan yang satunya lagi terdapat dalam meninggalkan pergaulan dengan orang-orang bodoh."

"Ya ALLAH, sesungguhnya dosa-dosaku tidak merugikan-Mu, dan curahan rahmat-Mu kepadaku tidak mengurangi-Mu, maka ampunilah aku apa yang tidak merugikan-Mu, dan karuniailah aku apa yang tidak memberikan keuntungan bagi-Mu."

"Ya ALLAH, curahkanlah waktuku untuk memenuhi tujuan penciptaanku (beribadah), dan janganlah Engkau sibukkan diriku darinya karena sesungguhnya Engkau telah menjamin bagiku dengannya. Janganlah Engkau tolak aku, padahal aku memohon kepada-Mu, dan jangan pula Engkau siksa aku, padahal aku memohon ampun kepada-Mu."

Ali r.a berkata di atas kuburan Rasulullah SAW sesaat setelah menguburkan beliau:
“Sesungguhnya bersabar itu bagus kecuali (berpisah) darimu. Sesungguhnya ketidaksabaran itu benar-benar buruk kecuali atasmu (menghadapi kewafatanu). Sesungguhnya tertimpa musibah dengan kematianmu ini adalah suatu hal yang besar, dan bahwasanya sepeninggalmu benar-benar sesuatu yang berat.”

"Aku wasiatkan kepada kalian untuk senantiasa mengingat kematian dan mengurangi kelalaian darinya. Bagaimana mungkin kalian melupakan sesuatu yang tidak akan pernah melupakan kalian, dan bagaimana mungkin kalian mengharapkan sesuatu yang tidak akan pernah memberi kesempatan kepada kalian?"

"Wahai Tuhanku, sebagaimana Engkau telah menjaga wajahku dari sujud kepada selainMu, maka jagalah wajahku dari meminta kepada selainMu."

Akhir kata sebuah kitab dengan mutiara kata yang indah.

Selasa, 17 Mei 2011

5 cm



Biarkan keyakinan kamu,
5 cm menggantung mengambang di depan kening kamu...
Dan... sehabis itu yang kamu perlu... Cuma..
Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya...
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya...
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya...
leher yang akan lebih sering melihat ke atas...
lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari biasanya...
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya...
Serta mulut yang akan selalu berdoa...

Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan,,
Bukan Cuma seonggok daging yang hanya punya nama..
Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya,,
Bukan seorang pemimpi saja,,bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan,,
Mengikuti arus,, dan kalah oleh keadaan..
Tapi orang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi dan cita-cita,,
Dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapa pun...
Dan kamu ga perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya...
Percaya pada...
5 cm di depan kening kamu...