- Kesurupan Jin pada manusia itu benar adanya, bukan mitos atau takhayul. Jin bisa masuk dalam tubuh manusia dan mengalir dalam tubuhnya melalui aliran darah. Rasulullah Shallollohu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sesungguhnya setan berjalan dalam tubuh manusia di tempat peredaran darah“.
(HR. Al Bukhari (6219) dan Muslim (2175) dari hadits Shafiyyah Radhiyallahu ‘anha).
- Jin merasakan berbagai keadaan seperti sakit, takut, kuat, lemah, hidup, mati dan yang lainnya.
Dari Abu Hurairah mengatakan bahwa Nabi shalaullahu 'alahi wasallam shalat dan setelah selesai beliau bersabda,
“Sesungguhnya tadi ada setan yang menampakkan dirinya kepadaku (dan dalam satu riwayat: sesungguhnya Ifrit dari golongan jin menampakkan diri kepadaku tadi malam) dengan maksud supaya aku mengurungkan shalatku. Tetapi, aku dikaruniai kemampuan oleh Allah lalu mencekiknya. Sebenarnya aku ingin mengikat setan itu, supaya paginya kamu semua dapat melihatnya. Tetapi, kemudian aku teringat kepada ucapan (dalam satu riwayat: doa saudaraku) Nabi Sulaiman, ‘Ya Tuhan, berikanlah kepadaku suatu kerajaan yang tidak Engkau berikan kepada seseorang sesudahku nanti.’ Karena itu, Allah lantas mengusir setan (jin) itu dalam keadaan hina dina.”
(HR. Ahmad)
- Gangguan Jin terhadap manusia dengan masuk ke dalam jasadnya adalah tindakan zhalim bangsa Jin yang harus di hentikan.
RasulullahShallollohu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Tolonglah saudaramu yang menzhalimi dan yang terzhalimi, para shahabat bertanya : ‘Ya Rasullallah bagaimana cara menolong orang yang menzhalimi?’ Jawab Beliau, “Hentikan ia dari perbuatan zhalimnya”.
(HR. Bukhari dan Muslim).
- Jin adalah makhluk yang ghaib tapi meski demikian para jin tidak mengetahui segala keghaiban. seperti yang diberitakan Allah ta'ala dalam al-Qur’an:
“Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi, ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka”.
(QS. Al-Jin 72:10).
Di ayat yang lain Allah ta'ala menyatakan,
“Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, Jin baru mengetahuinya. Kalau sekiranya mengetahui hal yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan”.
(QS. Saba’34:14).
Masalah ghaib tidak hanya seputar kehidupan Jin dan syetan sebagaimana yang banyak diekspos oleh media massa akhir-akhir ini. Karena Jin dan syetan hanya bagian kecil dari masalah keghaiban yang sangat luas cakupannya. Adanya Allah dan para malaikat-Nya, Surga dan neraka, kehidupan di alam barzakh, kebangkitan manusia di padang makhsyar dll.
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). Dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tiada suatu pun yang basah dan kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”.
(QS. al-An’am 6:59).
- Jin bisa mati kecuali yang dikecualikan oleh Allah Subhaanahu wata’aala, dari kalangan
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan kematian”. (Al ‘Ankabuut : 57)
- Jin mampu untuk terbang dan memiliki kekuatan besar
Di sebutkan dalam sejarah dulu di zaman Nabi Sulaiman alaihissalam bahwa nabiyullah sulaiman pernah menawarkan kepada siapa yang mampu memindahkan singasana Ratu Balqis, Saat itu Jin Ifrit menawarkan diri untuk memindahkan dari duduk ke berdiri singasana itu telah dapat pindah dan ada di hadapnnya.
Allah menggambarkan di dalam al qur'an:
“Berkata Ifrith dari kalangan jin bahwa saya akan mendatangimu dengannya (dengan membawa singgasana Ratu Saba) sebelum engkau bangkit dari tempat dudukmu dan sesungguhnya saya kuat lagi terpercaya.”
(QS. An Naml : 39).
- Tidak ada seorang manusia pun kecuali ada seorang pendamping dari kalangan malaikat dan pendamping dari kalangan jin.
- Asal bentuk jin sangat jelek dan menakutkan
- Orang-orang yang taat dan baik dari kalangan manusia lebih banyak jumlahnya dari pada bangsa jin di karenakan beberapa sebab:
v Masing-masing dari kalangan jin akan dibangkitkan untuk dihisab di hadapan Allah ta'ala, dan mereka pun akan di kumpulkan pada hari kiamat di padang mahsyar.
v Jin memiliki kedudukan yang berbeda-beda seperti halnya manusia. Di antara mereka ada yang menjadi raja; ada yang kaya dan ada pula yang miskin; ada yang kuat dan ada pula yang lemah; ada yang pintar dan ada pula yang bodoh; ada yang mulia dan ada pula yang hina; ada yang shaleh dan adapula yang buruk; ada yang menjadi penguasa dan adapula yang menjadi rakyat; ada yang menjadi ulama adapula yang bodoh; ada yang menjadi sastrawan atau ahli syair, da'i dan penuntut ilmu.
Mereka juga berkelompok-kelompok, ada yang menjadi ahli bid'ah dan adapula yang sunni; ada yang yahudi dan adapula yang nasharaatau majusi; ada yang Arab dan adapula yang bukan Arab.
"Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda."
(QS. Al Jin : 11).
Yang dimaksud dengan "Ath Tharaa'iq" adalah berkelompok. Yang dimaksud dengan"Qidadaa" yaitu berbeda-beda dalam kedudukan.
v Jin mampu untuk mengganggu manusia dengan berbagai macam gangguan dimulai dengan memberikan waswas, menjauhkan dari jalan Allah Subhaanahu wata’aala, menganggap baik perbuatan jelek dan bisa menguasai badan manusia.
v Bahkan sebagian mereka bangsa jin mampu menguasai manusia dengan memukul, membunuh, menahan, menculik dan merasuki serta yang lainnya.
v Kaum mukminin dari kalangan jin dan manusia mendapatkan karomah dari Allah Subhaanahu wata’aala. Allah Subhaanahu wata’aala, memuliakan di antara mereka bagi siapa yang dikehendaki-Nya baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan.
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang beriman dan selalu bertaqwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS. Yunus : 62 - 64).
v
Ruqyah syar’iyah solusi cerdas dan tepat serta aman bagi yang terkena gangguan jin.
“Dan jika kamu ditimpa suatu gangguan syetan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
(QS. Al-A’raf 7:200).
‘Aisyah ra. bercerita, ketika Rasulullah masuk rumahnya, saat itu dia sedang mengobati atau meruqyah seorang wanita. Maka beliau bersabda:
”Obatilah ia dengan al-Qur’an”. (Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya).
v
- Memerangi jin yang jahat adalah bagian dari jihad fi sabilillah, karena mereka adalah para budak tukang tukang sihir, para dukun sesat, Allah ta'ala berfirman,
“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syetan itu, karena sesungguhnya tipu daya syetan itu adalah lemah”.
(QS. an-Nisa’4:76).
Cara mengusir jin jahat dari rumah
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.”
(HR. Muslim 780, At-Turmudzi 2877)
Sahabat Ibnu Mas’ud mengatakan:
“Sesungguhnya setan, apabila mendengar surat Al-Baqarah dibacakan dalam rumah, maka dia akan keluar dari rumah itu.”
(HR. Ad-Darimi 3422, At-thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir 8642).
Hanya 3 hari?
Terdapat keterangan bahwa setan meninggalkan rumah itu selama 3 hari. Ini berdasarkan hadis dari Sahl bin Sa’d radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa yang membaca surat Al-Baqarah di malam hari maka setan tidak akan memasuki rumahnya selama tiga hari..”
(HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya 780).
Hanya saja, keterangan tambahan tiga hari dalam riwayat tersebut dinilai lemah oleh al-Albani, sebagaimana keterangan beliau di Silsilah Ad-Dhaifah no. 1349.
Catatan: setan yang lari dari rumah adalah setan yang mengganggu saja. Sebagaimana keterangan yang dinukil Ibnu Hibban, dari Imam Abu Hatim:
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “setan tidak akan memasuki rumahnya” maksudnya adalah setan yang membangkang (mengganggu) bukan yang lainnya. (Shahih Ibnu Hibban, 3:59)
Faidah: setan tidak akan lari dengan bacaan al qur'an yang di baca dengan alat seperti menggunakan rekaman Mp3 atau sejenisnya. Karena membaca butuh niat, dan audio player atau komputer tidak bisa berniat.
Secara singkat cara mengusir setan atau jin jahat adalah:
1. Rajin Beribadah di dalam rumah.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim 780, At-Turmudzi 2877)
2. Jangan pedulikan segala bentuk gangguan dan penampakan.
Jangan menggubris apa saja yang menggagu baik berupa bayangan atau suara karena setan akan menjadikan semua bayangan atau suara sebagai sarana untuk menakut nakuti anak adam untuk di sesatkan aqidahnya, dan tidak perlu di cari-cari di mana keberadaan tempatnya, dan tidak perlu di ajak bicara, atau menyiram garam dan semacamnya, karena setan akan semakin sombong.
Dari Abul Malih dari seseorang, dia berkata, “Aku pernah diboncengi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu tunggangan yang kami naiki tergelincir. Aku pun mengatakan, “Celakalah setan”. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang,
“Janganlah kamu ucapkan ‘celakalah setan”, karena jika kamu mengucapkan demikian, setan akan semakin besar seperti rumah. Lalu setan pun dengan sombongnya mengatakan, ‘Itu semua terjadi karena kekuatanku’. Akan tetapi, ucapkanlah “Bismillah”. Jika engkau mengatakan seperti ini, setan akan semakin kecil sampai-sampai dia akan seperti lalat.”
(HR. Ahmad 5:95 dan Abu Daud 4982 dan dishahihkan al-Albani)
3. Membiasakan membaca doa ketika masuk rumah dan ketika melakukan aktifitas di dalam rumah seperti makan dan minum dan lain lain.
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila ada orang yang masuk rumah, kemudian dia mengingat Allah ketika masuk, dan ketika makan, maka setan akan mengatakan (kepada temannya): ‘Tidak ada tempat menginap dan tidak ada makan malam.’ Tapi apabila dia tidak mengingat Allah (bismillah dan jangan lupa ucapkan salam) ketika masuk, maka setan mengatakan: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’.”
(HR. Muslim 2018, Abu Daud 3765 dan yang lainnya)
4. Membiasakan membaca doa ketika menutup semua pintu
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan banyak saran agar kita tidak terganggu setan. Salah satunya:
“Tutuplah pintu, dan sebutlah nama Allah. Karena setan tidak akan membuka pintu yang tertutup (yang disebut nama Allah).” (HR. Bukhari 3304, Muslim 2012 dan yang lainnya)
5. Membiasakan membaca do'a ketika hendak keluar rumah
Siapa yang membaca do'a ini maka setan kemudian berteriak:
“Bagaimana kalian bisa mengganggu orang yang sudah diberi hidayah, dicukupi, dan dilindungi.” (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426 dan dishahihkan al-Albani)
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berdoa, yakni ketika keluar dari rumahnya : Bismillaahi tawakkaltu ‘alallaahi laa haula wa laa quwwata illaa billah. (Dengan Nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah). dikatakan kepadanya, “kamu telah tercukupi dan telah terjaga, dan syaitan menjauh darinya”.
[HR. Tirmidzi, dan ia berkata : hadits hasan shahih gharib, juz 5, hal. 154]
6. Membersihkan gambar gambar yang bernyawa di dalam rumah
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar.”
(HR. Bukhari 3224, Nasai 5348 dan yang lainnya).
Ketika malaikat penebar rahmat tidak memasuki rumah Anda, di saat itulah jin jahat, akan menggantikan posisinya seperti Foto keluarga, gambar binatang dan yang semacamnya.
7. Menjauhkan rumah dari musik
Banyak orang tidak sadar, ternyata suara ini berbahaya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya mizmarus syaithan (musik setan). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan salah satunya, lonceng.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang lonceng: musik setan. (HR. Abu Daud 2556)
Di kesempatan yang sama, malaikat penebar rahmat menghindari rumah yang dipenuhi denngan musik. Dari Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya malaikat tidak akan menyertai rombongan yang di sana ada loncengnya.” (HR. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir, 1001).
8. Menghindarkan rumah dari memelihara anjing.
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda: "Dari Abi Talhah katanya : Aku telah mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda : Tidak akan masuk malaikat ke dalam rumah yang terdapat di dalamnya anjing dan tidak pula masuk ke dalam rumah yang terdapat di dalamnya rupa patung-patungan". (Riwayat Al-Imam Al-Bukhari)
referensi: www.darulhadits.com