Label

Sabtu, 27 Oktober 2012

keling . . King




Dalam serial drama korea pasta pernah dikkatakan bahwa  seorang asisten dapur yg tugasnya Cuma disuruh-suruh ambil ini-itu atau tukang bersih-bersih itu bagaikan jari kelingking.. walau kecil, kalau digigit dia juga akan teriak kesakitan..

Dalam serial kungfu China Pendekar Rajawali, ada adegan pendeta busuk (emang itu sebutannya) dari kuil chuencen berjanji untuk merahasiakan sesuatu dengan memotong jari kelingkingnya.

Seorang guru penasehat di tempat saya bekerja pernah bilang: setiap jari di tangan kita ini punya perumpamaan seperti pertumbuhan manusia.
Jari kelingking bagaikan usia 10 tahunan yang tidak mampu menanggung beban/masalah berat dan sepertinya tidak berfungsi, tapi kehadirannya membawa keceriaan dan kesempurnaan.
Jari manis bagaikan usia 20an tahun, kalo manusia umur segitu dikategorikan remaja, lagi seneng-senengnya berhias dan merasa cantik.
Jari tengah bagaikan usia 30an tahun biasanya usia yang dipenuhi impian dan idealisme sehingga manusia nya cenderung merasa paling benar dan paling tinggi.
Kalau jari telunjuk adalah usia 40an tahun, usia eksekutiv mapan jadi sikapnya agak bossy, perintah ini-itu, tunjuk sana-sini.
Nah, jari paling dalem nih jari jempol sering disebut ibu jari. Kenapa begitu ya? Perumpamaannya sih manusia umur 50an yang sudah sepatutnya bisa menerima kehadiran yang lain dan menghebatkan orang lain. Mampu bersikap bijak laksana seorang ibu.

Oke, back to topic, jari kelingking. Kalau difikir jari kelingking itu fungsinya apa sih? Tanpa jari kelingking sebenarnya tangan kita bisa megang sesuatu juga kan?

Saya akhirnya menemukan alasan pentingnya. Ternyata Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam ketika berwudhu membersihkan sela jari-jari kaki beliau dengan jari kelingking. Subhanallah.. bukankah tidak ada sesuatu yang tercipta dengan sia-sia. bener atau ga nya, baca artikel ini dulu:

Rasulullah menyuruh umatnya agar berhati-hati dalam membasuh kaki, karena kaki yang tidak sempurna cara membasuhnya akan terkena ancaman neraka, sebagaimana beliau mengistilahkannya dengan tumit-tumit neraka. Beliau memerintahkan agar membasuh kaki sampai kena mata kaki bahkan beliau mencontohkan sampai membasahi betisnya. Beliau mendahulukan kaki kanan dibasuh hingga tiga kali kemudian kaki kiri juga demikian. Saat membasuh kaki Rasulullah menggosok-gosokan jari kelingkingnya pada sela-sela jari kaki. (HSR. Bukhari; Fathul Baari, I/232 dan Muslim, I/149, 3/128)
Tapi ..
pendapat menyela-nyela jari kaki dengan jari kelingking tidak ada keterangan di dalam hadits. Ini hanyalah pendapat dari Imam Ghazali karena ia mengqiyaskannya dengan istinja’.     

Perlu diingat ketika mencuci kaki disunnahkan untuk menyela jari-jari kaki dan juga jari-jari tangan (Taudihul Ahkam 1/175), sebagaimana hadits :


عَنْ لَقِيْط بْن صَبْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ :
أَسْبِغِ الْوُضُوْءَ، وَخَلِّلْ بَيْنَ الأَصَابِعِ، وَبَالِغْ فِيْ الإِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ صَائِمًا

Dari Laqith bin Sobroh berkata : Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :"Sempurnahkanlah wudlu dan sela-selalah jari-jari dan bersungguh-sungguhlah ketika beristinsyaq kecuali engkau sedang berpuasa" (Hadits shohih, dishohihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

Adapun menyela jari-jari kaki dengan jari tangan yang kelingking, maka ini hanyalah istihsan dari para ulama dan tidak bisa dikatakan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berkata Ibnul Qoyyim dalam zadul ma'ad :"…Dalam (kitab) sunan dari Mustaurid bin Syadad berkata : "Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudlu dan dia menggosok jari-jari kakinya dengan jari tangan kelingkingnya" Kalau riwayat ini benar  [1]¨) maka sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya melakukannya sekali-kali. Oleh karena itu sifat seperti tidak diriwayatkan oleh para sahabat yang memperhatikan wudlu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti Utsman, Abdullah bin Zaid dan selain keduanya. Lagipula dalam riwayat tersebut ada Abdullah bin Lahiah." (Syarhul Mumti' 1/143).
  lebih lengkap, klik http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/86-tata-cara-wudhu-sesuai-tuntunan-nabi-seri-1

Anyway, tetep aja kalo kita suit, jari kelingking menang dari jempol.. 

Kamis, 25 Oktober 2012

kepada pemeluk teguh


Tuhanku...
dalam termangu
aku masih menyebut nama Mu..

biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

caya Mu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku..
aku hilang bentuk
. . remuk . .

Tuhanku..
aku mengembara di negeri asing

Tuhanku..
di pintu Mu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling..

13 November 1943 - Chairil Anwar 



Minggu, 26 Agustus 2012

Perahu Kertas


surat Kugy untuk Keenan ...



Gue selalu berusaha ngejar dunia lo. Tapi lo bukan cuma lari, lo tuh terbang. Dan lo suka lupa, gue masih di Bumi. Kaki gue masih di tanah. Gimana kita terus jalan kalo tempat kita berpijak aja beda.”
(Ojos: Tiga Kata Saja _ 147)


Bagaimana hampa bisa menyakitkan? Hampa harusnya berarti tidak ada apa-apa. Tidak ada apa-apa harusnya berarti tidak ada masalah. Termasuk rasa sakit.”
(Keenan: Hampa Yang Menyakitkan _ 182)

Sepertinya langit ini kosong. Tapi, kita tahu, langit tidak pernah kosong. Ada banyak bintang. Bahkan tidak terhingga banyaknya. Langit ini Cuma tertutup awan. Jika kita bisa menyibak awan-awan itu, kita akan menemukan banyak sekali bintang. Dan dari sekian banyak bintang, akan ada satu yang berjodoh dengan kita.”
(Luhde: Menangkap Bintang _ 206)
Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar hitam yang kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap ada disana. Bumi hanya sedang berputar.”
(Luhde: Bumi pun Berputar _ 260)

Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan jadi kenyataan.”
(Luhde: Hadiah dari Hati _ 221)


And my bitter pill to swallow is the silence that I keep, that poisons me. I can’t swim free, the river is too deep. I am no worse in love with your ghost, in love with your ghost..”  226


Selasa, 07 Agustus 2012

momentum semu


Sambil menunggu, izinkan aku berkelakar mengenai kamu dan sayap. Kamu terobsesi dengan segala makhluk bersayap.  Aku ingin percaya kamu cukup cerdas untuk tidak mencoba terbang kemari. Kalaupun itu bisa terjadi, aku khawatir kamu mati lemas di jalan lalu jatuh ke laut. Dimakan hiu. Dan jadilah kalian hibrida yang luar biasa. Manusia bersayap di dalam perut makhluk bersirip berinsang.

Kamu membuatku percaya ada poin tambahan jika memperlakukan hidup seperti arena balap lari. Namun imanku pada arena itu luruh dalam satu malam karena kegagalanmu mencapai garis finish. Lihatlah detik itu, jarum jam itu, momentum yang tak lagi berarti di detik pertama kamu gagal mengucapkan apa yang harusnya kamu ucapkan.

Aku tidak tahu kemalangan jenis apa yang menimpa kamu, tapi aku ingin percaya ada insiden yang cukup dahsyat di dunia serba seluler ini hingga kamu tidak bisa menghubungiku. Mungkin matahari lupa ingatan lalu keasyikan terbenam atau terlambat terbit? Bahkan kiamat pun hanya bicara tentang arah yang terbalik, bukan perubahan jadwal.

Satu waktu nanti, saat kamu berhenti percaya manusia bisa punya sayap selain lempeng besi yang didorong mesin jet, saat kamu berhenti percaya hidup lebih bermakna bila ada wasit menyalakan aba-aba “1,2,3”, kamu boleh terus percaya bahwa kemarin... besok... lusa... dan hari-hari sesudah itu... aku masih disini. Menunggu kamu mengucapkan apa yang harusnya kamu ucapkan.

... tengah malamnya lewat sudah...
Tiada kejutan tersisa...
Aku terlunta, tanpa sarana,,
Saluran tuk ku bicara..

Mundurlah, wahai waktu ...
Ada selamat ulang tahun
Yang tertahan tuk kuucapkan
Yang harusnya tiba tepat waktunya
Dan rasa cinta yang slalu membara
Untuk dia yang terjaga menantiku...



Minggu, 15 Juli 2012

Blind Test


30
tahun usianya ketika itu; dan John Sculley menjadi CEO termuda dalam sejarah Pepsi Corporation. Strateginya membuat pasar Coke andalan Coca Cola goyah, bahkan berantakan. ‘Pepsi Challenge’ bergema di seantero jagat. Angka penjualannya merangkak nik dan merangsek sang pemimpin pasar. Blind test untuk membandingkan rasa di berbagai tempat menegaskan keunggulan Pepsi. Dan John Sculley, sang nakhoda, digelari ‘the best and the brightest man in the industry’. Pendeknya, Sculley sedang berada di puncak kejayaannya bersama Pepsi.
                Dalam kondisi seperti itu, tentu ia hanya tersenyum ketika Steve Jobs, CEO Apple Inc., berkata padanya, “Maukah Anda bergabung dengan Apple?” pertanyaan nekat! Sculley sedang di puncak kejayaannya bersama Pepsi sedangkan Apple –dengan aset maupun omset yang jauh lebih kecil daripada Pepsi ketika itu- baru saja dirundung masalah keuangan hingga nyaris bangkrut.
                Umumnya orang yang disodori tawaran gila ini tentunya akan berkata, “Memangnya, berapa Anda berani bayar saya?” Atau, “Posisi apa yang Anda tawarkan pada saya, yang lebih dari apa yang saya nikmati sekarang?” Dan Steve Jobs sudah siap menjawab pertanyaan macam itu jika ia keluar dari mulut Sculley. Kalimat jawaban itu membuat Sculley tersentak. “Anda mau jualan air gula seumur hidup, atau –kalau Anda mau- mengubah dunia?!!”

               
 John Sculley, sang brilian, tertohok ulu hati kebanggaannya. Ia terpanah tepat di ruang yang paling menggairahkan baginya: tantangan. Steve Jobs’ Challenge ternyata dahsyat. Lebih dahsyat dari Pepsi Challenge yang digulirkannya. Dan materi; uang, gaji, posisi, takluk di sini. Passion John Sculley bukan pada itu semua. Tapi tantangan. Dan mengubah dunia adalah tantangan terbesar yang ditawarkan padanya. Setelah sejenak mempelajari Apple Inc. dan Steve Jobs, ia percaya bahwa komputer dan teknologi informasi memang akan mengubah dunia. Ia pindah ke Apple.



===================================oOo===============================

Kita semua memiliki kemampuan yang mengagumkan untuk merenda mimpi, merajut cita-cita, dan menyusun rencana. Namun semua kemampuan itu tidak pernah lebih kuat daripada kemampuan kita untuk menunda. Maka setelah visi, kita memang seharusnya bergairah. Pertanyaan selanjutnya, pada apakah kita bergairah? Mari kita mengukurnya dengan sederhana. Pada satu bidang saja.