Label

Minggu, 23 Februari 2014

Sajak empat seuntai

Dalam setiap kata yang kau baca selalu ada
Huruf yang hilang --
Kelak kau pasti akan kembali manemukannya
di sela-sela kenangan penuh ilalang.

(1989 - SDD)

Rabu, 22 Januari 2014

Hidup,, untuk apa...

untuk apakah manusia hidup?

sepanjang hidup ada yang peduli dengan hidupnya di bumi 

dan mencari-cari jawab atas pertanyaan yang tak pernah mati itu. 
ada yang pura-pura tak peduli dan kemudian lihat samping kanan-kiri untuk mencerna suara-suara. 
Bahkan ada yang memang berusaha sama sekali untuk tak peduli mati atas hidupnya.

banyak jawaban yang telah tertelan bumi. 

banyak kata yang telah tercerna kepala untuk menerjemahkan rangkaian peristiwa itu.

dan yang ada hanyalah fatamorgana. 

yang tersisa adalah butiran-butiran debu di genggaman yang tak bermassa.

jika hidup tak memberi jawab
maka berusaha untuk mencintai hidup

bukankah sebuah cinta adalah sebuah jawab untuk seribu tanya...

jadi tak kan pernah salah orang yang berusaha berbuat baik waktu demi waktu
meminggirkan ambisi-ambisi liar--yang disadari ataupun tidak--ke bibir bibir yang tanpa pupur merah menyala...

bibir bibir yang merah menyala hanyalah rupa yang menutupi kekonyolannya sendiri
karena ia akan sungkan membedakan antara makan dan minum. 

sebuah ruh yang berbeda. 
sebuah kata lahir dari makna yang beda. 
maka jadilah citra. 
sebuah pertanda. 

jika bibir merah tak mampu membedakan antara makan dan minum...
jika tak mampu memahami kata,
apakah mungkin mengerti hakikat cinta...

berpikir dan berbuat baiklah inci demi inci detak jantungmu
bukan mengumbar syakswasangka...

banyak jawaban yang memberi jawabnya sendiri...
bukankah itulah cinta..

Seikat Kata yang Beku

dari waktu yang beku
kukirim padamu
seikat kata yang tak seperti dulu

angin bertiup terlalu kencang
lebah sudah terlalu asyik menghisap
dan hujan tak lupa dengan setia
mengirim jarum-jarum patah
menghapus hampir semua jejak langkah

daun-daun hijau itu berguguran
menyusul kelopak-kelopak yang berjatuhan
ke tanah basah akhir segala cerita

dari waktu yang beku
tetap kukirim untukmu
seikat kata yang tak seperti dulu
















kau dengarkan suara gerimis 
yang berubah yang bergerak di dalam
jauh seperti tatkala kita
di ujung waktu

kau tangkapkah suara gerimis 
yang berbisik-bisik memanggilmu di relung
terpencil asing tanpa orang banyak
tahu-menahu perihal waktu

kau pahamkah suara gerimis yang
berulang-ulang menyembunyikan
beberapa garis hujan yang mempesona
senja yang merah 
senja keindahan waktu




ada orang yang masuk ke dalam kehidupan kita

dan berlalu dengan cepat,
ada yang tinggal beberapa lama dan
meninggalkan jejak dalam hati kita
dan diri kita pun tak akan pernah sama seperti sebelumnya
kita akan menemukan kata-kata baru,
pengertian-pengertian baru dan
juga sikap-sikap yang baru
kenal dan b...ersahabat dekat dengan
seseorang itu memang membutuhkan banyak
pengertian, waktu dan rasa percaya


sahabat adalah harta yang paling berharga
sahabat adalah duka yang paling nestapa




Hujan menjebakku bersama kenangan yang sudah


Tidak bisa melawan bulir pasir waktu yang terus berjatuhan ke sisi gelas yang berlawanan,
butir demi butir.
Tidak bisa mengerem laju surya yang terbit-tenggelam semaunya setiap hari,
memutar hidup agar tidak terhenti di satu moment.

Menghargai setiap kenangan indah bersama orang lain yang pernah kita lalui namun tidak berhenti berjalan
menapaki jalur pribadi 
untuk menjadi sosok terbaik yang diinginkan kehidupan atas diri kita.


...Berharap hujan segera usai....


Posted via Blogaway

Jumat, 17 Januari 2014

Alhamdulillaah... ♡^^♥







"Andaikan seorang hamba diberi anugerah berupa dunia dan seisinya, lalu dia ucapkan
Alhamdulillah, maka ilham dari Allah atasnya untuk bisa mengucapkan 
Alhamdulillah iti lebih agung dan lebih berharga daripada anugerah berupa dunia dan seisinya, karena nikmat dunia itu akan sirna, sedangkan pahala tahmid itu kekal selamanya." 

(Ibnul 
Qayyim al-Jauziyah
)

Jumat, 13 Desember 2013

dalam diam

kakak, air mata yang jatuh akan pergi kemana?
ia akan berubah rupa, menguap dan terkumpul di awan,
nanti ia turunkan kebahagiaan lewat hujan tawa atau hujan rasa untukmu.

kakak, kemana perginya hari kemarin?
ia berada di salah satu laci di kepala mu.

kakak, aku ingin berdoa untuknya, apa dia perlu tahu?
doakan dia diam-diam, yang terbaik akan berbicara pada jalnmu.

kakak, aku lelah.
wajar, asal kamu tidak lelah karena terlalu lama diam... atau berjalan mundur,

kakak, aku ingin menjadi bayi, mengulang semua dari awal lagi.
setiap pagi saat kau membuka mata, sebenarnya ada celah waktu yang membuatmu trlahir kembali... berdoalah dalam diam, lebur benci yang mendalam, maafkan apapun, lalu biarkan matamu terpejam.
Esok kau akan seringan bayi... kini tidurlah....


ketika malam jatuh ke mataku,
ada keheningan yang menjadi saksi,
bahwa dalam diam aku masih mendoakanmu.
dan dalam diam, ada seseorang juga yang mendoakanmu.

Rabu, 04 September 2013

Universitas Kehidupan

Ingat...
Seseorang yang dekat dengan Allah bukan berarti tidak ada air mata.
Seseorang yang taat pada Allah bukan berarti tidak ada kekurangan.
Seseorang yang tekun berdoa bukan berarti tidak ada masa masa sulit.

Biarlah Allah yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita
Karena Allah maha tahu waktu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.
...Tetap semangat...
... TETAP SABAR...
... TETAP TERSENYUM ...

karena kamu sedang menimba ilmu di Universitas Kehidupan
Yakinlah.. Allah menaruh mu di "tempat mu" yang sekarang,
Bukan karena KEBETULAN.
Sebab, orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan, dan air mata.

[Dikutip dari Buku "Sepatu Dahlan Iskan"]